Rabu, 17 Juli 2013

Pengadilan Agama Purwodadi



Sebelum keluarnya   Stb  Nomor : 152 Tahun 1882, sengketa  masalah perkawinan yang terjadi   di kalangan orang Islam biasanya  diselesaikan oleh para  ulama yang dilakukan di serambi-serambi Masjid dan ulama’lah yang diangkat menjadi penghulu. Oleh karena itu Pengadilan Agama Purwodadi ini dulunya berada di lingkungan Kauman di depan Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi. Masjid yang beralamat di Jl. Pemuda No 85A Purwodadi Grobogan, yang sekarang menjadi Jl. Jendral Sudirman Purwodadi.

Campur tangan Pemerintahan Kolonial atas persoalan Peradilan Agama (pelaksanaan hukum perdata Islam) baru dimulai pada tahun 1820 M sebagaimana tertuang pada stbl 1820 no. 24 pasal 13 yang diperjelas oleh stbl 1835 no. 58 yang isinya antara lain :

 “Apabila terjadi perselisihan antara orang-orang Jawa satu sama lain mengenai soal-soal perkawinan, pembagian harta dan sengketa-sengketa yang sejenis, yang harus diputus menurut hukum Islam, maka para “pendeta” memberi putusan tetapi gugatan untuk mendapat pembayaran yang timbul dari keputusan “pendeta” itu harus diajukan kepada pengadilan-pengadilan biasa”.
Kemudian atas usul dari L.W.C. Van Den Berg (1645-1927) berdasarkan Teori Receptio in complexu    yang mengatakan bahwa hukum bagi orang Indonesia mengikuti agamanya, maka pemerintah Belanda secara formal memberikan aturan dalam perundang-undangan yang lebih konkrit yakni dalam stbl nomor 152 tahun 1882 tentang pembentukan Pengadilan Agama di Jawa dan Madura.

 

Kantor Pengadilan Agama Purwodadi

Alamat : Jl. Mh. Thamrin Purwodadi Grobogan - Jawa Tengah 58111 Indonesia
Website: http://www.pa-purwodadi.go.id
Email: pa_purwodadi@yahoo.co.id
Telepon:  (0292) 423218 - (0292) 421073
Fax:  (0292) 423203

1 komentar:

  1. Kakak saya mau nikah tagal 30 januari 2014 tapi akti surAt cerai keluar tagal 4 februari apakah bisa di percepat ?

    BalasHapus